Dulu terasa ringan.. Sholat lebih tepat waktu, masjid terasa dekat, dan hati pun lebih tenang. Ramadhan menghadirkan suasana yang membuat kita mudah berbuat baik. Namun setelahnya, rutinitas kembali padat. Aktivitas menumpuk, waktu terasa sempit, dan tanpa disadari… ibadah yang dulu terjaga kini mulai tertunda. Bukan hilang, tapi perlahan tidak lagi menjadi prioritas.

Bukan karena kita tidak mampu. Tapi karena kita kehilangan “suasana” yang dulu menjaga kita. Saat Ramadhan, kita terbawa oleh lingkungan. Setelahnya, semua kembali pada diri sendiri.
Agar tidak terus menurun, cukup mulai dari yang sederhana:
Karena saat kita terlibat, kita bukan hanya menjaga diri…
tapi juga ikut menghidupkan kebaikan di sekitar kita.

Kesibukan memang tidak bisa dihindari. Tapi ibadah jangan sampai dikalahkan. Tidak perlu menunggu sempurna untuk kembali. Cukup mulai lagi, dari yang kita mampu.
“Bukan karena kita punya waktu luang lalu berbuat baik,
tapi karena kita memilih berbuat baik, maka waktu terasa cukup.”

Pemuda Al-Ihsan Telkom adalah komunitas pemuda yang membangun peradaban berbasis kolaborasi dan keberlanjutan melalui program dakwah, sosial-kemanusiaan, pendidikan, kreativitas, ekonomi, serta pemberdayaan pemuda untuk menghadirkan dampak nyata bagi umat dan masyarakat.